Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jenis Penyakit Mata Pada Burung Murai Batu dan Cara Mengatasinya

Jenis Penyakit Mata Pada Burung Murai Batu dan Cara Mengatasinya

Burung Murai Batu


Penyakit burung murai batu. Memiliki burung peliharaan yang sehat tentunya menjadi tujuan utama dari para pecinta burung. Sama seperti hewan pada umumnya, burung murai batu juga bisa terkena atau terjangkit penyakit. salah satu penyakit paling umum yang sering dialami oleh burung murai adalah penyakit snot. Selain menyerang burung murai batu, penyakit snot juga sering ditemukan pada ayam. Penyakit snot merupakan penyakit yang sering ditemui pada hewan unggas dan perlu diwaspadai. Untuk burung murai batu sendiri jika terserang penyakit ini bukan hanya kesehatannya saja yang bisa terganggu akan tetapi kicauan atau suara yang menjadi ciri khas murai batu bisa terganggu. 

Pada kesempatan kali ini sobatedu akan menyajikan artikel mengenai jenis penyakit burung murai batu dan cara mengatasi penyakit tersebut. Simak artikelnya berikut ini.

Mengenal Penyakit Snot Burung Murai Batu

Penyakit Snot adalah salah satu penyakit yang sering terjadi, dan dialami oleh burung. Penyakit ini menyerang pada bagian mata burung. Pada dasarnya penyakit snot sebenarnya tidak hanya bisa menjangkit kepada burung saja. Tetapi, penyakit snot juga bisa menyerang kepada hewan unggas lainnya seperti ayam. Awalnya penyakit snot sebenarnya merupakan penyakit yang lebih menyerang kepada saluran pernafasan burung.

Penyakit ini juga dikenal dengan nama infeksius coryza merupakan penyakit menular yang perlu diwaspadai oleh para pecinta burung, serta peternak unggas lainnya.

Gejala Penyakit Snot Pada Burung

Penyakit Burung Murai Batu


Salah satu Ciri-ciri burung atau unggas yang sudah terjangkit snot adalah timbulnya cairan pada sekitar mata, infeksi pada selaput mata serta adanya pembengkakan di sekitar mata. Berikut ini kami berikan secara lengkap ciri-ciri fisik burung murai batu yang sudah terjangkit penyakit snot :

  1. Nafsu makan menjadi berkurang
  2. Burung menjadi lebih sering memejamkan matanya
  3. Mata burung tampak kemerahan
  4. Mata burung terlihat berair (basah)
  5. Burung menjadi sering tertidur
  6. Burung jadi selalu menggembungkan bulu
  7. Jarang berkicau atau berbunyi
  8. Burung tidak memiliki gairah serta kurang lincah

Apabila kalian menemukan ciri-ciri tersebut pada burung murai batu peliharaan kalian, maka bisa dipastikan burung tersebut sudah terkena penyakit snot. Kalian harus segera melakukan penanganan yang benar dan tepat, agar burung murai batu tersebut bisa segera sembuh serta kembali berkicau atau bersuara.

Beberapa Faktor Penyebab Penyakit Snot 

Penyebab penyakit snot pada burung dapat disebabkan dari berbagai oleh macam faktor. Kalian harus bisa mengetahui apa saja yang bisa menjadi penyebab tersebut, supaya kalian bisa mengantisipasinya agar burung murai batu kalian terhindar dari penyakit tersebut. Ada pepatah yang mengatakan mencegah  lebih baik dari pada mengobati. Mempunyai peliharaan murai batu yang sehat, lincah serta rajin berkicau merupakan keinginan dari para pecinta burung. Berikut ini merupakan beberapa hal yang bisa menyebabkan burung terkena penyakit snot dan solusi agar bisa terhindar dari penyakit tersebut.

1. Terkena udara yang kotor atau tempat berdebu. 

Ada baiknya jangan menempatkan burung di tempat yang mengandung banyak debu, atau ditempat terbuka yang memiliki banyak angin yang membawa debu. Simpanlah burung ditempat yang tidak bisa terkena angin yang membawa debu.

2. Bakteri dari kotoran.

Pastikan selalu untuk menjaga kebersihan kandang burung murai batu. bersihkan dan Buang kotoran yang ada di kandang jangan sampai menumpuk, dan dibiarkan berhari-hari. Sebab kotoran burung sendiri mengandung bakteri, yang dikhawatirkan akan terbawa angin, lalu masuk ke dalam saluran pernapasan atau mata burung. 

3. Terhirup Asap Berlebihan. 

Segera amankan atau jauhkan burung apabila lingkungan sekitar tempat menyimpan burung terdapat banyak asap. Pindahkan burung tersebut ke tempat yang tidak terjangkau oleh asap tersebut. Bahkan bila diperlukan, kalian bisa masukkan kedalam rumah untuk menghindari asap tersebut. sebab asap yang berasal timbul dari pembakaran tersebut bisa terhisap masuk ke saluran pernafasan burung. Asap tersebut juga bisa menyebabkan mata burung murai batu perih, kemerahan bahkan sampai berair.

4. Tertular dari burung lainnya.

Bila kalian mempunyai peliharaan burung atau unggas lebih dari satu, perlu selalu untuk diperhatikan semua kesehatan dari peliharaan kalian tersebut. Jika ada salah satu peliharaan kalian yang sakit, sebaiknya pisahkan atau karantina hewan tersebut agar penyakit yang diderita tidak bisa menular ke burung atau unggas peliharaan lainnya.

Baca Juga : Rekomendasi Vitamin Burung Murai Batu Terbaik

Cara Mengatasi Penyakit Snot Burung Murai Batu

Jika kalian sudah mengetahui ciri dan faktor penyakit snot pada murai batu. Kalian bisa lebih mengantisipasinya dengan penanganan yang terbaik. Berikut ini adalah beberapa cara dalam menangani penyakit snot, simak ulasannya.

Lakukan Pembersihan Kandang Dengan Rutin

Langkah awal yang paling mudah bisa kalian lakukan dalam mengatasi penyakit snot pada burung murai batu adalah dengan rutin membersihkan kandang. Bahkan jika perlu kalian bisa melakukan sterilisasi terhadap kandang murai batu. Jika kalian rutin dalam membersihkan kandang, maka bakteri tidak akan bisa berkembang biak.

Daun Kitolod

Berikutnya kalian bisa mengatasi penyakit snot pada burung dengan memanfaatkan khasiat dari tumbuhan kitolod. Daun kitolod merupakan tumbuhan yang bersifat anti radang. Akan tetapi kalian harus perhatikan bagian getah dari tumbuhan kitolod mengandung racun dan cukup berbahaya bagi burung. Jika kalian ingin menggunakan daun kitolod sebagai pengobatan untuk burung, gunakanlah secara hati-hati agar burung murai tidak terkena racun. Tanaman kitolod merupakan jenis tanaman herbal dan saat ini sudah banyak di ekstrak dan dijadikan obat karena khasiatnya yang bagus.

Daun Sirih

Daun sirih merupakan salah satu jenis tanaman yang bagus bagi pengobatan penyakit snot pada unggas atau burung. Caranya kalian hanya perlu merebus beberapa lembar daun sirih, kemudian air dari rebusan tersebut diteteskan ke bagian mata burung yang terkena snot setelah sebelumnya air rebusan tersebut di dinginkan terlebih dahulu. Harap berhati-hati dalam pemberian obat tetes ini, jangan sampai masuk ke dalam hidung burung. Daun sirih memang terkenal mengandung khasiat antiseptic, melalui air rebusan tersebut dapat membunuh bakteri dan mengobati penyakit snot secara perlahan.

Air Hangat

Cara simple selanjutnya dalam mengobati penyakit snot pada burung adalah dengan menggunakan air hangat. Caranya rendam kain bersih kedalam air hangat, kemudian kain tersebut kalian gunakan untuk membersihkan bagian luar burung murai yang terkena penyakit snot. Cara ini bisa mencegah adanya infeksi berkelanjutan, dan kondisi murai batu peliharaan kalian juga tidak akan semakin parah.

Kembang Talang

Kembang talang juga dipercaya bisa digunakan dalam mengatasi penyakit snot. Caranya kalian hanya perlu untuk merendam kembang talang tersebut selama beberapa jam, kemudian kalian bisa merebusnya hingga warnanya berubah menjadi biru. Setelah selesai dinginkan dahulu, lalu setelah dingin air rebusan tersebut bisa kalian teteskan ke bagian mata burung yang terjangkit penyakit snot. Kembang talang memang memiliki kandungan zat yang baik serta mengandung ca oksalat, delphimidin, fenol, saponin, alkaloid, flavonoid dan sulfur.


Sebagai pemilik apalagi pecinta burung murai kita diharapkan agar selalu memperhatikan peliharaan tersebut dengan baik. Tujuannya agar burung murai batu kesayangan kita bisa selalu sehat dan memiliki performa yang baik. Perhatikan pakan, vitamin, serta cara perawatannya dengan baik. Itulah artikel mengenai jenis penyakit mata pada burung murai batu dan cara mengatasinya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kalian semua.




Posting Komentar untuk "Jenis Penyakit Mata Pada Burung Murai Batu dan Cara Mengatasinya"